-The MaN oF ToMoRRoW-

. . . Vote HaMDiY for PresidenT!! . . . [Ga tau kapan, tunggu ajah, otre?]

Friday, April 28, 2006

Sharing a thought,,

Assalamu’alaikum wr wb

Haaii,, ketemu lagi. Gini nih, klo lagi kumat rajin, nulis lagi, ntar sekalinya males, [yang biasanya kumatnya lebih sering dan lebih lama, hehe] ga diisi-isi bisa sampe 2 bulan! Gwe mau menulis sesuatu lagi,, Mau lanjut di post tadi, cuma udah ga nyambung [emang kapan sih gwe nyambung?] [Eh, klo di satu post, biasanya gwe selalu merunut kejadian dan menyambungkan isi lho, kecuali post tadi, hehe..]

Because you live and breathe
Because you make me believe in myself
when nobody else can help
Because you live, my world has twice as many stars in the sky

Kenapa gwe memulai post gwe dengan nulis reff lagu Because You Live-nya Jesse McCartney? Coz a friend of mine dedicated it for me.. Isn’t that so sweet?
Bukaaaan, bukannya gwe mau pamer or sombong, or narsis seperti biasanya, kali ini nope! It’s not even across my mind at all. Gwe cuma mau membahas sesuatu tentang itu..

Gini, pernah ga sih lo merasa ga punya kelebihan? You keep on searching, maksudnya bertanya-tanya ke diri sendiri, [itu mah namanya keep on wondering ya? hehe] “kelebihan gwe apa ya?”

Pernah ga?

Gwe pernah…

Duluu banget tapi, walau sampe SMA kadang2 masih sih.. =) Gwe selalu mikir, do I have one? [kelebihan, maksudnya] Ganteng, ngga, pinter, ngga, tajir, juga ngga segitunya buat jadi kelebihan. Hehe, klo gwe inget itu lagi sekarang, lucu sekali tampaknya! Gwe picik banget mikirnya, cuma karena ukuran yang biasa dipake orang2 untuk melihat kelebihan, atau kelebihan orang2 yang jadi tokoh perfect di suatu cerita seperti itu, [ganteng, kaya and pinter], klo ga punya semuanya ga punya kelebihan gitu? Dasar anak muda! [Hoho, ngaku nih sekarang udah tua..]

Then comes a time when I realized, hell, whats with that? Toh, ga guna juga semuanya klo itu membuat lo jadi sombong en ga punya temen. Then, akhirnya gwe mulai belajar bersyukur, belajar melihat sesuatu dari sisi lain. Gwe pun akhirnya menyadari klo life is all about perception, about perspective.. Hidup itu punya banyak sisi, sejelek apa pun suatu kejadian, pasti punya sisi tempat kita bisa melihat sesuatu yang baik dari kejadian itu, apa pun itu! Kaya misalnya dalam kasus gwe dulu, well, mungkin bagus juga gwe ga punya kesemua itu, emang gwe juga ga menginginkannya kok [beneran!], mungkin klo gwe menjadi manusia seperfect itu, gwe bakalan sombong. Sekarang yang ngga aja udah segini sombong bin narsis-nya, hehe.. Contoh lain, hump, apa kira2 kejadian buruk yang biasa menimpa kita? Kehilangan/kecopetan? It still means ada orang yang seneng, yaitu yang nyopet/menemukan, lo harusnya besyukur bisa membuat seseorang bertahan hidup [klo dia nyopet terpaksa keadaan] atau setidaknya dengan kecopetan lo bisa buat orang bahagia. Begitu juga dengan musibah lain, kaya misalnya kebakaran, lo bisa membuat para tukang2 yang membangun rumah lo lagi bahagia, ya pokoknya gitu deh!

Kan yang penting dalam hidup itu adalah bagaimana kita bersikap, coz sikap kita yang punya kemungkinan lebih besar menentukan kejadian selanjutnya. Tau teori 90/10 ga? Ntar gwe post deh abis ini.. Buat gwe sih, hidup itu bagaimana kita bisa bermanfaat bagi orang lain, coz Rasul pernah bilang klo sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang dapat bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya orang lain. I’ve decided to be that kind of human. Untungnya ya, gwe emang pada dasarnya suka menolong orang dari awalnya [somboong! Eh, gwe beneran ga bermaksud lho, cuma ga menemukan kata pengganti yang cocok aja], jadi gwe ga merasa terbebani dalam melakukannya, bahkan itu akhirnya tempat gwe menemukan kepuasan gwe, kebahagiaan gwe.

Balik lagi ke cerita awal, gwe sebenernya pengen bilang, klo sebenernya banyak banget lho orang seperti gwe dulu, -yang merasa just ordinary guy/gurl, ga ngerasa punya kelebihan-, padahal sebenernya dia punya, pasti punya! Allah ga mungkin menciptakan makhluk tanpa menciptakan suatu kelebihan dari orang itu.. Masalahnya, dia cuma ga menyadarinya aja, dan dia men-cap dirinya biasa aja, just an ordinary people. You know what? Klo lo sendiri aja ‘membatasi’ diri lo, bagaimana mungkin orang lain mau menganggap/melihat lo ‘lebih’? [Ngerti lah ya maksud gwe..] Jadi, kenali lah diri lo sendiri dan potensi yang lo punya, than orang akan lebih ‘menghargai’ lo dari sekedar just an ordinary guy, trust me!

Sayangnya ya, jarang orang yang mau berpikir untuk itu, yang udah puas aja jadi that kind of ordinary, padahal itu ga baik untuk mental seseorang lho, bisa buat ga PD, minder-an, or penyakit semacam itu lah. Nah, ini lah inti dari yang mau gwe omongin dari sekian panjang pengantarnya,, hueheu.. Alasan kenapa gwe harus memberitahu a friend of mine dedicated that song to me. Ada yang udah nyambung? Kayanya ngga ada deh, coz gwe menjelaskannya berantakan banget, hehe..

What I’m trying to say is, seorang teman tuh punya potensi dan peran besar untuk menyadarkan kelebihan temen2nya. Just start from a simple thing, jangan pernah ragu untuk minta tolong ke temen lo klo emang butuh [jangan minta tolong klo lo bisa mengerjakannya sendiri], klo ternyata dia ga mau nolong, ya udah, cari temen lain aja, hehe.. Tapi biasanya sih, si orang2 yang merasa sebagai ordinary people itu mau menolong sebisa dia, kan dia pengen memperlihatkan kemampuan dia sebagai not just an ordinary people,, [harusnya lho!] Atau lo minta pendapat dia, atau melakukan apa lah, lo pikir sendiri, yang bisa membuat dia merasa dihargai.

Terus apa hubungannya sama awal cerita tadi? Ya, yang kedua adalah, menurut gwe the most important thing, show or say to ur friends about what u feel.. From a simple thing again, kaya misalnya, bajunya dia keren, ya bilang lah, “eh, baju lo keren deh!” Sayangnya, biasanya orang entah karena males atau gengsi bilang kaya gitu,, Padahal kan lo ga rugi apa2, dan pasti buat orang itu seneng, everyone love being praised kan? Atau bilang makasih, or bilang “lo baik banget” [tanpa/bukan untuk bermaksud menjilat, tapi bilang dengan tulus], atau apa lah, hal-hal kecil yang menunjukkan that you do care to ur friends. Lebih jauh, klo lo merasa seseorang berarti buat lo, lo harus bilang ke dia, coz that’s the ‘magic word’ untuk meningkatkan mental dan rasa PD dia, dan untuk dia meningkatkan ‘harga’ dirinya. Lagian, klo lo bersikap seperti itu diatas ya, its shows ur strength too.. See? It’ll results a dual effect without you realized it.

Huaah, mudah2an pada ngerti dengan apa yang mau gwe bilang deh,, susah banget sih ngomongnya, hehe.. Ya udah lah, gwe yakin kok klo lo semua yang baca punya daya nalar yang hebat, jadi mudah2an sih bisa menangkap maksud gwe, hoho.. [entah kenapa, ketawa hohoho menigatkan gwe akan ibu2 tajir-sombong dalam cerita2 yang ketawanya nutup mulut pake kipas, hihi]

For the ending, [udah kaya pidato], gwe mau ngasih quote buat lo semua,,

Trouble is a part of your life, and if you don't share it, you don't give the person who loves you a chance to love you enough.. -Dinah Shore

Be who you are and say what you feel, because for those who mind don't matter and for those who matter don't mind.. =)
[Ga tau sapa, tapi gwe setuju berat sama dia, gwe banget!]

Ah, mulai post ini gwe mau menulis quote di tiap ending post gwe berikut2nya ah, sebagai tambahan, like always, wish y’all a ver very great, gorgeous, wonderful, and superb day! C’ya arround and Ciao!
I’m outta here,, duduww,,

PS : Special Thanks for Nurul, yang udah mau berbaik hati said what she felt, you too are a great friend. I do really glad and appreciated it,, makasiyy yaa...

3 Comments:

  • At 12:05 AM, Anonymous Anonymous said…

    Here are some links that I believe will be interested

     
  • At 2:05 PM, Anonymous Anonymous said…

    Great site loved it alot, will come back and visit again.
    »

     
  • At 7:26 PM, Anonymous Anonymous said…

    I say briefly: Best! Useful information. Good job guys.
    »

     

Post a Comment

<< Home